Ini Dia, 5 Sertifikat Apartemen Dan Properti Yang Wajib Anda Miliki

Bagi mereka yang tinggal di perkotaan, membeli apartemen mungkin saja menjadi pilihan paling recommended. Selain ketersediaan lahan yang terbatas, pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin melonjak setiap tahunnya juga membuat permintaan akan tempat tinggal naik. Terlebih mengingat apartemen yang sudah menyuguhkan serentetan fasilitas lengkap untuk calon penghuninya.

Tidak hanya fungsi utamanya sebagai tempat tinggal, apartemen juga menyediakan sarana seperti area untuk berolahraga, bersantai, tempat perbelanjaan, hingga layanan kesehatan bagi penghuninya. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi para pekerja yang merupakan perantau dari luar kota. Mereka tak perlu repot membangun tempat tinggal, cukup dengan membeli yang bisa dibayar secara tunai dan diangsur untuk mendapatkan sertifikat apartemen.

Harga rumah di kota besar yang cenderung tinggi, lahan yang semakin sempit, ditambah komplitnya fasilitas yang terdapat di apartemen memang menjadi pertimbangan yang baik bagi mereka yang menginginkan tempat tinggal dengan harga terjangkau. Apalagi jika melihat konsep dan gaya ekslusif yang bisa Anda jumpai pada setiap apartemen di kota metropolitan.

Satu hal yang perlu Anda perhatikan saat Anda berniat membeli tempat tinggal ini ialah sertifikat yang jelas. Ya, sertifikat apartemen menjadi salah satu kelengkapan dokumen yang penting saat Anda berencana membayar properti atau apartemen di perkotaan. Selain menjamin Anda dari bahaya penipuan yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggungjawab, surat tanda kepemilikan yang Anda peroleh juga akan menghindarkan Anda dari kemungkinan fatal lainnya.

Bagi Anda yang ingin membeli apartemen atau properti lain, tentu Anda harus mengetahui jenis sertifikatnya.

1. Sertifikat hak kepemilikan rumah susun (SHKRS)

Sertifikat apartemen yang pertama ini biasanya dibuat sama seperti sertifikat hak milik. Perbedaan yang mencolok terdapat pada warnanya. Jika SHM dibuat dengan warna sampulnya yang hijau, maka SHKRS dirancang dengan tampilan warna merah muda. Jenis sertifikat apartemen ini sendiri mempunyai kedudukan atau peran yang kuat, sehingga dapat digadaikan di setiap bank.

Sertifikat SHKRS ini nantinya akan diberikan dalam bentuk :

  • Buku tanah atau surat ukur atas hak tanah bersama
  • Gambar denah lantai, pada tingkat rumah susun yang menunjukkan rumah susun yang dimiliki.
  • Pertelaan mengenai besarnya bagian hak atas jatah bersama, benda bersama, dan tanah bagi yang bersangkutan.

2. Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)

Merupakan jenis sertifikat dimana pemegangnya hanya dapat menggunakan lahan tersebut untuk mendirikan bangunan atau keperluan lain dalam kurun waktu tertentu, sementara itu kepemilikan lahannya tetap dibawah kuasa negara.

Sertifikat apartemen ini mempunyai batas waktu tertentu. Biasanya 30 tahun serta  Anda dapat memperpanjangnya 20 Tahun. Cara menambah masa aktifnya sendiri sangat mudah, Anda tinggal mendatangi ke kantor BPN terdekat dan menunjukkan berkas berupa fotokopi KTP, Kartu Keluarga, PBB, dan sertifikat asli.

Pemegang SHGB ini harus memberikan pemasukan ke kas negara berkaitan dengan hak guna yang dimilikinya. Jika Hak Guna telah diadministrasikan dengan baik sehingga pemegang hak memperoleh dokumen bukti untuk kepemilikan berupa SHGB.

Sertifikat apartemen ini diperbolehkan untuk dipunyai orang asing maupun non WNI. SHGB juga dapat digunakan sebagai agunan untuk meminjam uang ke bank

3. Sertifikat Hak Milik (SHM)

Ialah salah satu macam sertifikat dengan dokumen kepemilikan penuh atas tanah atau lahan pemegang SHM. Sertifikat apartemen ini bisa dikatakan punya kedudukan yang kuat atas lahan yang bersangkutan lantaran tidak ada lagi urusan atau campur tangan dan kemungkinan kepemilikan oleh pihak lain.

Selain turun temurun, sertifikat hak milik ini bisa diperjualbelikan atau dijadikan jaminan untuk meminjam uang ke bank. Berbeda dengan SHGB, SHM ini tidak punya tenggang waktu. Alat yang kuat untuk transaksi jual beli maupun pembiayaan perbankan ini hanya dikeluarkan untuk WNI.

Hak milik lahan ini bisa hilang atau dicabut apabila tanahnya digunakan untuk kepentingan negara, penyerahan sukarela untuk negara, ditelantarkan, atau pemindahan hak milik oleh WNA.

4. Girik

Girik mungkin lebih umum disebut sebagai bukti administrasi desa untuk pertanahan yang menunjukkan penguasaan atas lahan untuk kepentingan perpajakan. Di dalam girik tertera nomor, luas tanah, dan pemilik hak karena jual beli maupun waris.

Girik harus didukung degan bukti lain seperti akta jual beli atau surat waris. Jika saat ini Anda hanya mempunyai girik sebagai surat pembuktian tanah, maka Anda sangat disarankan untuk mengurus sertifikat lahan Anda, agar tidak ada pengakuan dari pihak lain yang berniat buruk.

5. Akta Jual Beli (AJB)

AJB memang tidak bisa diakui sebagai sertifikat melainkan hanya perjanjian jual-beli dan merupakan bukti pergantian hak atas tanah sebagai akibat dari jual-beli. AJB dapat terjadi dalam beragam kepemilikan tanah. Entah itu hak milik, hak guna bangunan, maupun girik.

Bukti kepemilikan AJB sangat rentan terhadap penipuan AJB palsu, sebaiknya segera konversikan menjadi SHM.

Bagaimana? Anda sudah paham kan mengenai sertifikat apartemen yang mesti Anda punya?