Syarat Pengajuan Apartemen Melalui Kredit Pemilikan Apartemen

Apartemen merupakan salah satu hunian yang paling difavoritkan di ibukota. Suguhan fasilitas serba ada hingga variasi harga yang bisa dipilih menjadi alasan mengapa banyak orang yang kemudian memantapkan pilihan untuk menjadikan apartemen sebagai tempat tinggal.

Tak hanya itu saja, developer yang sengaja membangun apartemen di kawasan strategis serta dekat dengan pusat fasilitas umum juga menjadikan para perantau dari luar kota tertarik untuk membeli apartemen tersebut. Bahkan beberapa apartemen sudah dilengkapi dengan rumah sakit, tempat perbelanjaan, area olahraga dan bersantai, hingga opsi hiburan untuk memanjakan penghuninya. Hal ini makin membangkitkan minat orang diluar sana untuk memiliki apartemen.

Selain mempunyai fungsi utama sebagai tempat tinggal, pengajuan apartemen agar menjadi hak milik pribadi juga banyak dilirik lantaran apartemen menjanjikan keuntungan yang besar. Nilai return untuk investasi yang dijalankan pun disebut-sebut menempati jumlah yang fantastis. Tak ayal jika kemudian banyak orang berlomba-lomba untuk memperoleh apartemen idaman mereka.

Untuk memperoleh apartemen sendiri, Anda bisa menuntaskannya melalui 3 cara pembayaran yaitu dengan tunai, cicilan tanpa KPA (langsung ke pengembang), dan kredit kepemilikan apartemen. Semua tentu menyuguhkan risiko dan keuntungan masing-masing. Juga bergantung dengan budget yang Anda punya. Pastikan juga Anda percaya bahwa pengembang yang Anda tilik apartemennya sudah menyandang reputasi yang baik.

KPA atau kredit pemilikan apartemen merupakan fasilitas kredit yang sudah disediakan oleh pihak bank untuk membeli sebuah apartemen, kondotel, dan kondominium secara berkala atau berangsur dalam jangka waktu yang sudah ditentukan oleh pihak bank dan pengembang.

Sementara itu, fasilitas KPA bisa dipakai untuk apartemen yang sudah ada maupun apartemen baru yang akan dibangun oleh pengembang dengan model suku bunga bersaing. Nilai plus lain yang menjadikan cara ini cukup recommended untuk Anda tempuh ialah asuransi jiwa kredit dan asuransi kebakaran. Dua kelebihan ini tentu menguntungkan sekali lantaran kita sebagai orang yang andil dalam pengajuan apartemen mendapatkan jaminan asuransi yang layak.

Lalu bagaimana dengan uang mukanya? Anda sama sekali tidak perlu khawatir. Umumnya apartemen semacam ini mematok DP 20% hingga 30 persen dari harga apartemen yang sebenarnya. Sisanya, Anda bisa mengangsur 14-36 kali. Sisa cicilannya, dapat dilakukan 60 kali (5 tahun).

Dengan tenggang waktu yang lumayan itu, Anda bisa berpikir dan melunasi angsuran tanpa harus mengeluarkan budget dalam jumlah yang banyak sekaligus. Itulah mengapa banyak orang yang menganggap kalau pengajuan apartemen dengan KPA ini cenderung lebih ringan.

Poin penting yang perlu Anda garis bawahi adalah bahwa tidak semua Bank mau menyediakan fasilitas KPA ini. beberapa bank yang bersedia untuk melayani kredit pemilik apartemen antara lain Bank Mandiri, BNI, BTN, dan BCA.

Inilah syarat yang mesti Anda penuh untuk mengajukan KPA.

  1. Warga negara Indonesia
  2. Berusia minimal 21 tahun atau telah menikah
  3. Telah mempunyai masa kerja dan menjalankan usaha minimal 1 tahun

Membawa dokumen yang dibutuhkan, sebagai berikut :

  1. Formulir aplikasi kredit
  2. Pas foto terbaru
  3. Fotokopi KTP, Kartu Keluarga Surat Nikah/Cerai
  4. Fotokopi slip gaji atau surat keterangan penghasilan, rekeniing tabungan, Pph, SHM, IMB, NPWP
  5. Fotokopi SK pengangkatan pegawai tetap (khusus karyawan)
  6. Fotokopi akta pendirian perusahaan (khusus wiraswasta)
  7. Uang muka Kredit Pemilik Apartemen (20 % dari harga apartemen, tergantung bank penyedia)
  8. Suku bunga KPA, biasanya dipengaruhi besarnya pinjaman
  9. Biayai lain (tergantung pada bank yang Anda pilih)
  10. Biaya apprasial (survey) Rp 300.000-750.000
  11. Provisi Bank : 0.5 % – 1.0 % dari total KPA
  12. Administrasi : Rp 250.000 – Rp 500.000
  13. Asuransi selama waktu kredit : 1-2 % dari jumlah total KPA
  14. Pajak penjual sebesar : 5 % dari harga transaksi
  15. Pajak pembeli BPHTB 5 % dari harga setiap transaksi dikurangi untuk harga NJOPTKP (Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak)
  16. Mengalihkan KPA

Jika proses cicilan kredit kepemilikan apartemen sudah berjalan, namun Anda merasa suku bunga yang ditawarkan oleh bank lain lebih ringan, Anda bisa membuat pengajuan apartemen KPA ke bank lain atau over kredit apartemen.

Langkah yang harus Anda tempuh untuk over kredit ini adalah Anda harus mengisi kembali formulir pengajuan KPA bank tujuan. Proses ini sama seperti proses pengajuan awal. Bedanya, bank nanti akan melakukan perhitungan berupa jumlah cicilan yang telah masuk, kemudian menjumlah selisihnya untuk mengetahui cicilan yang mesti dibayarkan di bank baru.

Setelah menyimak pengajuan apartemen tersebut, beberapa dari Anda mungkin masih ragu dengan keuntungan cara ini.

  1. Bisa diajukan untuk apartemen baru, lama, dan over kredit.
  2. Kemudahan yang diberikan oleh pihak bank maupun developer
  3. Nilai bunga bank terus menurun
  4. Jangka waktu kredit 15 hingga 20 tahun

Dengan adanya jaminan dari bank, membeli apartemen KPA dianggap lebih aman. Apabila pengembang tidak berhasil merampungkan pembangunan apartemen, maka Anda akan mendapat perlindungan finansial.