Ternyata, Ini 5 Alasan Dibalik Harga Apartemen Terus Meningkat Tak Terkendali

Apartemen tak bisa dipungkiri menjadi salah satu hunian yang cukup difavoritkan di ibukota. Ya, ketersediaan lahan yang terbatas ditambah dengan urusan pelik berupa kepemilikan tanah yang kurang jelas, membuat banyak orang akhirnya memilih apartemen sebagai hunian yang ideal untuk mereka tempati.

Sama halnya dengan rumah, apartemen juga didesain dengan konsep yang ekslusif dan karakteristik masing-masing yang membuat orang tertarik untuk membeli atau sekedar menginvestasikan uang mereka pada apartemen tertentu. Selain permintaan atau kebutuhan yang melambung tinggi, harga apartemen terus meningkat juga disebabkan oleh  persaingan bisnis global yang sedang marak akhir-akhir ini.

Keunggulan lain yang disuguhkan oleh apartemen ialah keberadaan fasilitas super lengkap yang bisa dinikmati oleh setiap penghuninya. Sebut saja waterpool, area olahraga, tempat perbelanjaan, hingga sederet opsi hiburan yang bisa Anda pilih selepas dilanda penat lantaran harus bekerja dengan deadline dan tekanan di kantor. Nilai plus ini tentu menjadi daya tarik yang sayang sekali untuk dilewatkan.

Harga apartemen terus meningkat, tak ayal banyak orang yang melirik hunian ini untuk dijadikan sebagai aset berharga yang harus mereka miliki. Terlepas dari lahan investasi yang menjanjikan, aparteman selain punya fungsi utama sebagai tempat tinggal juga bisa disewakan atau dijual kembali.

Lalu faktor apa saja yang menyebabkan nilai apartemen ini terus melambung? Berikut 5 sebabnya.

1. Kepemilikan atas tanah

Penelitian Colliers International Indonesia menyatakan bahwa kenaikan harga apartemen terjadi pada kelas menengah. Pada semester I-2017, peningkatan ini telah mencapai angka 4-5 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya yaitu tahun 2016.

Kebutuhan akan properti, hunian bertingkat, gedung perkantoran, termasuk apartemen ternyata menjadi pemicu mengapa harga hunian makin melonjak hampir setiap tahunnya.

Hal ini bisa dibuktikan dengan mahalnya tanah yang mesti dibeli apabila Anda bermaksud akan mendirikan bangunan. Bayangkan saja, Anda harus mengeluarkan budget untuk tanah per meter dikali luas keseluruhan yang pada area yang akan Anda bayar.

2. Bertambahnya populasi

Harga apartemen terus meningkat juga tidak terlepas dari banyaknya penduduk yang bermukim di kota besar. Sebagai contoh, kita bisa menjadikan Jakarta sampel. Setiap pergantian tahun, bisa dipastikan jumlah orang yang tinggal di kota metropolitan ini bertambah.

Kondisi ini tidak terlepas dari pemikiran bahwa Jakarta merupakan tempat paling cocok untuk mengadu nasib. Entah pada akhirnya mereka harus bekerja apa, dengan keahlian yang mepet dan terbatas.

Penduduk yang bertambah, namun luas tanah yang tidak sebanding otomatis berpengaruh terhadap harga properti semacam apartemen. Karena setiap orang yang ada di sana jelas memerlukan tempat tinggal yang layak dan nyaman.

3. Inflasi

Perputaran bisnis tentu tidak akan lepas dari naik turunnya harga, dollar, dan kejadian lain yang turut menjadi bumbu di dalamnya. Begitu pun dengan harga apartemen yang terus meningkat. Inflasi yang muncul apabila nilai uang yang didepositokan beredar lebih banyak ketimbang jumlah barang atau jasa yang ditawarkan juga andil di dalamnya.

Inflasi bisa terjadi karena permintaan masyarakat yang kuat terhadap suatu barang, jumlah uang yang beredar terlalu banyak, dorongan kenaikan biaya produksi dalam jangka waktu yang lama, kenaikan permintaan dan penawaran, serta struktural ekonomi.

Penyebab harga apartemen terus meningkat ini juga berimbas pada harga bahan pokok, bahan bakar, tingkat suku bunga, dan harga properti.

4. Tidak terkendalinya harga bahan bangunan

Pembangunan apartemen juga melibatkan bahan material. Misalnya semen, batu bata, besi, pasir, dan pemasangan pipa pada bagian-bagiannya. Mungkin sudah menjadi rahasia umum bahwa harga bahan bangunan apartemen juga punya efek pada banderol yang akan dipasang pemiliknya untuk membeli apartemen tersebut.

Developer tentu tidak akan main-main dalam memilih material untuk mendirikan sebuah apartemen. Selain menentukan ketahanan atau kekokohan apartemen, kenyamanan dan keamanan penghuninya juga menjadi bahan perhitungan. Tak jarang, developer bahkan harus mendatangkan beberapa material dari luar daerah bahkan luar negeri demi mewujudkan tempat tinggal idaman bagi calon penghuninya.

5. Pertumbuhan untuk kelas menengah

Perkembangan sektor perekonomian suatu negara tentu mempengaruhi masyarakatnya yang berada pada level menengah juga ikut tumbuh. Bagi mereka yang sudah menjalani berumah tangga dan punya penghasilan yang stabil cenderung ingin memiliki masa depan yang cerah. Pilihannya mungkin dengan membeli apartemen atau berinvestasi di bidang pembelian atau penyewaan apartemen.

Singkatnya, bisa dikatakan bertambahnya masyarakat kelas menengah juga akan naik kebutuhan akan properti.

Faktor lain yang mengakibatkan harga apartemen terus meningkat ialah bertambahnya industri dan kesempatan kerja. Apabila ada suatu wilayah yang industrinya sedang berkembang, maka kebutuhan akan kepemilikan properti di daerah tersebut akan mengalami progres pesat yang jauh dari bayangan kita. Ujungnya, harga properti sejenis apartemen melonjak.

Adapun sederet hal yang membuat harga apartemen naik lainnya ialah lokasi yang strategis, luas unit, fasilitas, dan reputasi pengembang.